Tuesday, October 31, 2017

Cara Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Anak

Memilih mainan yang tepat  dan aman untuk anak sering  menjadi dilema bagi orang tua.
Ada banyak mainan dengan  model yang menarik terpajang rapi di  toko. Ditambah lagi, terdapat di antaranya  beberapa jenis mainan terbaru yang sedang  menjadi tren. 

Orang tua sering beranggapan  membelikan mainan anak yang menarik  dan sedang tren, pasti akan membuat anak  senang. 
Memilih mainan untuk anak hanya  berdasarkan model atau tren, bukanlah  suatu pertimbangan yang tepat. Sebab, suatu  mainan itu tidak selalu cocok untuk semua  anak. 

Memilih mainan untuk anak, harus  mempertimbangkan kondisi perkembangan  dan pertumbuhan anak serta usia. Memilih  mainan untuk anak tidak boleh semata-mata  hanya untuk menyenangkan anak, tetapi juga  harus menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka.

mainan anak

Berikut ini beberapa panduan praktis yang perlu diperhatikan  orang tua pada saat memilih mainan anak.

1. Label

Sebelum membeli mainan untuk anak, bacalah terlebih  dahulu  label mainan. Sesuaikan informasi label mainan itu dengan  kondisi anak. Pemberian label pada mainan didasarkan pada 4  kriteria, yakni: keamanan, kemampuan fisik anak, kemampuan  mental, dan minat anak.  

a. Pesan seperti “direkomendasikan untuk anak usia 3-4 tahun ”  merupakan pedoman yang perlu diperhatikan. Saran usia ini  akan membantu orang tua menentukan peruntukan mainan  sesuai dengan kondisi anak.
Meskipun anak menunjukkan perkembangan yang  lebih maju dibandingkan anak-anak lain seusianya, bukan  berarti Anda boleh memilihkan mainan untuk anak  berusia lebih tua daripadanya.
b. Usahakan lebih banyak memilih mainan yang dapat  mendukung perkembangan anak, baik secara
motorik-sensorik maupun  pikiran anak seperti  puzzle  atau mainan bermanfaat lainnya.
c. Jika mainan terbuat dari kain, pilih yang memiliki  label tahan api ( flame resistant ) . 
d. Pilih boneka yang mencantumkan label dapat dicuci (washable) . 
e. Bahan-bahan seni seperti krayon, spidol  warna, cat air atau cat minyak harus mencantumkan keterangan tidak beracun  ( non-toxic )

2. Tanda Standar.

Pilihlah mainan anak yang bertanda suatu standar, contohnya: SNI, CE, dll. 
Mainan bertanda standar telah  memenuhi persyaratan keamanan yang ditentukan dalam standar.
Produk mainan bertanda standar memiliki jaminan keamanan  dan keselamatan yang dikukuhkan dengan sertifikasi dari lembaga  pengujian yang berwenang.

3. Ukuran Mainan.

Perhatikan ukuran mainan atau  komponen yang menjadi bagian dari mainan tersebut. Besar  kecilnya ukuran sebuah mainan akan berpengaruh pada keamanan  anak sebagai penggunanya.
a. Untuk mainan dengan ukuran kecil yang  berdiameter kurang dari 1,75 inci atau  4,4 cm, jangan diberikan kepada  anak yang berumur kurang dari  3 tahun karena mainan itu dapat  dimasukkan mulut dan tertelan.
b. Cari mainan yang cukup kokoh untuk menahan tarikan dan putaran. Pastikan semua bagian seperti mata, hidung, kancing, dan bagian lain yang mudah lepas, terpasang dengan kuat. Bagian-bagian ini berpotensi terlepas dan dimungkinkan dapat tertelan oleh anak.
c. Pastikan mainan untuk diremas, kerincingan, serta mainan untuk gigitan bayi memiliki ukuran cukup besar sehingga tidak muat dimasukkan ke dalam mulut.

4. Bentuk Mainan.

Pilih jenis mainan yang memiliki  bentuk tidak berbahaya, misal berbentuk runcing. Hal  ini untuk menghindarkan anak dari kecelakaan  yang mungkin terjadi akibat tertusuk oleh  mainannya sendiri.
a.    Hindari mainan plastik  tipis yang mudah  pecah menjadi potongan kecil  dan meninggalkan
tepian yang bergerigi tajam.
b.    Mainan yang ditembakkan (misalkan dari pistol-pistolan atau robot) juga berbahaya karena dapat mengenai mata teman bermainnya ketika sedang bermain perang-perangan. Materi Mainan Pilihlah mainan yang terbuat dari bahan atau material yang aman. Jangan membeli mainan berbahan logam kepada anak, khususnya anak yang masih berusia di bawah 3 tahun.

5. Bagian Mekanis Mainan

Bagian mekanis mainan perlu  mendapat perhatian. Unsur mekanis mainan biasanya berupa engsel, lipatan, tuas, tali, karet dan sebagainya. Unsur mekanis mainan ini bisa membahayakan anak. Pastikan bahwa bagian-bagian mainan itu tidak membahayakan anak saat difungsikan.

6. Mainan Bersuara

Pastikan mainan tidak  mengeluarkan bunyi yang terlalu keras untuk telinga anak.
Mainan bersuara (misalnya kerincingan dan mainan musik) bisa menghasilkan suara bising sekeras
suara klakson mobil, apabila dibunyikan di dekat telinga anak.
Suara yang dihasilkan oleh mainan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pendengaran

Nah demikain tentang Cara Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Anak, supaya anak anda selamat aan dan bahagia.

Sumber :
bsn.go.id

Artikel Terkait

Cara Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Anak
4/ 5
Oleh

Berlangganan

Suka dengan artikel di atas? Silakan berlangganan gratis via email

2 komentar