Memilih mainan yang tepat dan aman untuk anak sering menjadi dilema bagi orang tua.
Ada banyak mainan dengan model yang menarik terpajang rapi di toko. Ditambah lagi, terdapat di antaranya beberapa jenis mainan terbaru yang sedang menjadi tren.
Ada banyak mainan dengan model yang menarik terpajang rapi di toko. Ditambah lagi, terdapat di antaranya beberapa jenis mainan terbaru yang sedang menjadi tren.
Orang tua sering beranggapan membelikan mainan anak yang menarik dan sedang tren, pasti akan membuat anak senang.
Memilih mainan untuk anak hanya berdasarkan model atau tren, bukanlah suatu pertimbangan yang tepat. Sebab, suatu mainan itu tidak selalu cocok untuk semua anak.
Memilih mainan untuk anak, harus mempertimbangkan kondisi perkembangan dan pertumbuhan anak serta usia. Memilih mainan untuk anak tidak boleh semata-mata hanya untuk menyenangkan anak, tetapi juga harus menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
Berikut ini beberapa panduan praktis yang perlu diperhatikan orang tua pada saat memilih mainan anak.
1. Label
Sebelum membeli mainan untuk anak, bacalah terlebih dahulu label mainan. Sesuaikan informasi label mainan itu dengan kondisi anak. Pemberian label pada mainan didasarkan pada 4 kriteria, yakni: keamanan, kemampuan fisik anak, kemampuan mental, dan minat anak.
a. Pesan seperti “direkomendasikan untuk anak usia 3-4 tahun ” merupakan pedoman yang perlu diperhatikan. Saran usia ini akan membantu orang tua menentukan peruntukan mainan sesuai dengan kondisi anak.
Meskipun anak menunjukkan perkembangan yang lebih maju dibandingkan anak-anak lain seusianya, bukan berarti Anda boleh memilihkan mainan untuk anak berusia lebih tua daripadanya.
b. Usahakan lebih banyak memilih mainan yang dapat mendukung perkembangan anak, baik secara
motorik-sensorik maupun pikiran anak seperti puzzle atau mainan bermanfaat lainnya.
motorik-sensorik maupun pikiran anak seperti puzzle atau mainan bermanfaat lainnya.
c. Jika mainan terbuat dari kain, pilih yang memiliki label tahan api ( flame resistant ) .
d. Pilih boneka yang mencantumkan label dapat dicuci (washable) .
e. Bahan-bahan seni seperti krayon, spidol warna, cat air atau cat minyak harus mencantumkan keterangan tidak beracun ( non-toxic )
2. Tanda Standar.
Pilihlah mainan anak yang bertanda suatu standar, contohnya: SNI, CE, dll.
Mainan bertanda standar telah memenuhi persyaratan keamanan yang ditentukan dalam standar.
Produk mainan bertanda standar memiliki jaminan keamanan dan keselamatan yang dikukuhkan dengan sertifikasi dari lembaga pengujian yang berwenang.
Produk mainan bertanda standar memiliki jaminan keamanan dan keselamatan yang dikukuhkan dengan sertifikasi dari lembaga pengujian yang berwenang.
3. Ukuran Mainan.
Perhatikan ukuran mainan atau komponen yang menjadi bagian dari mainan tersebut. Besar kecilnya ukuran sebuah mainan akan berpengaruh pada keamanan anak sebagai penggunanya.
a. Untuk mainan dengan ukuran kecil yang berdiameter kurang dari 1,75 inci atau 4,4 cm, jangan diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 3 tahun karena mainan itu dapat dimasukkan mulut dan tertelan.
b. Cari mainan yang cukup kokoh untuk menahan tarikan dan putaran. Pastikan semua bagian seperti mata, hidung, kancing, dan bagian lain yang mudah lepas, terpasang dengan kuat. Bagian-bagian ini berpotensi terlepas dan dimungkinkan dapat tertelan oleh anak.
c. Pastikan mainan untuk diremas, kerincingan, serta mainan untuk gigitan bayi memiliki ukuran cukup besar sehingga tidak muat dimasukkan ke dalam mulut.
4. Bentuk Mainan.
Pilih jenis mainan yang memiliki bentuk tidak berbahaya, misal berbentuk runcing. Hal ini untuk menghindarkan anak dari kecelakaan yang mungkin terjadi akibat tertusuk oleh mainannya sendiri.
a. Hindari mainan plastik tipis yang mudah pecah menjadi potongan kecil dan meninggalkan
tepian yang bergerigi tajam.
tepian yang bergerigi tajam.
b. Mainan yang ditembakkan (misalkan dari pistol-pistolan atau robot) juga berbahaya karena dapat mengenai mata teman bermainnya ketika sedang bermain perang-perangan. Materi Mainan Pilihlah mainan yang terbuat dari bahan atau material yang aman. Jangan membeli mainan berbahan logam kepada anak, khususnya anak yang masih berusia di bawah 3 tahun.
5. Bagian Mekanis Mainan
Bagian mekanis mainan perlu mendapat perhatian. Unsur mekanis mainan biasanya berupa engsel, lipatan, tuas, tali, karet dan sebagainya. Unsur mekanis mainan ini bisa membahayakan anak. Pastikan bahwa bagian-bagian mainan itu tidak membahayakan anak saat difungsikan.
6. Mainan Bersuara
Pastikan mainan tidak mengeluarkan bunyi yang terlalu keras untuk telinga anak.
Mainan bersuara (misalnya kerincingan dan mainan musik) bisa menghasilkan suara bising sekeras
suara klakson mobil, apabila dibunyikan di dekat telinga anak.
Mainan bersuara (misalnya kerincingan dan mainan musik) bisa menghasilkan suara bising sekeras
suara klakson mobil, apabila dibunyikan di dekat telinga anak.
Suara yang dihasilkan oleh mainan tersebut bisa menyebabkan kerusakan pendengaran
Nah demikain tentang Cara Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Anak, supaya anak anda selamat aan dan bahagia.
Sumber :
bsn.go.id
Cara Memilih Mainan Yang Tepat Untuk Anak
4/
5
Oleh
Mangs Abdul

2 komentar
terima kasih untuk tips memilih mainan anaknya, sangat bermanfaat!
Replysama sama.
Reply